Mencoba Menulis Lagi


sebuah tangan yang sedang mengetik di laptop (piaby.com)


"Meski terlambat kali ini pasti berhasil. Tidak akan ada kata seandainya"

Setelah lama sekali, aku putuskan untuk menulis. Blog ini begitu lama didiamkan padahal alasan aku membuatnya agar aku bisa menulis berbagai kabar. Blog yang dibuat ini tidak pernah terpakai hanya ada tapi tidak pernah terisi. Ok. tahun ini mungkin akan jadi tahun pertambahan usia paling penting last twenty. Tahun depan akan menjadi tahun pendewasaan paling keras. Pertanyaan tentang jodoh mungkin akan lebih sering terdengar. Akan banyak pemikiran menuju kehidupan yang lebih baik dan stabil. Semua hal yang menuntut tanggung jawab.

Tahun demi tahun berlalu begitu cepat, semua rencana-rencana selalu datang timbul dan tenggelam. Pada akhirnya hanya jalan di tempat. Tahun ini, aku masih melanjutkan mimpi yang aku inginkan menjadi penulis. Ya, setelah SMA aku ingin jadi penulis itu alasannya aku masuk sastra Indonesia meski tidak lulus. Kebiasaan membaca membuatku ingin menulis dan akhirnya ingin menjadi penulis.

Langkah yang sangat terlambat, jika kau memulai menulis sepuluh tahun lalu mungkin aku sudah jadi penulis sekarang. Setidaknya tiga tahun lalu ketika pekerjaan lain yang aku lakukan terasa tidak aku sukai aku menulis mungkin saat ini aku jadi penulis. Tapi semua pengandaian ini tentu percuma waktu tidak bisa diputar, masa lalu tidak bisa diubah. Hanya masa depan yang bisa kita ubah tentu dengan masa sekarang kita usahakan.

Apa rencananya? Menulis dengan konsisten. Cara sederhana yang semua orang pikirkan tapi akan sulit untuk dilakukan. Melawan diri sendiri yang tidak disiplin dan mengikuti kemalasan hal paling sulit. Karena aku sendiri bertahun-tahun gagal mengalahkannya. Hari ini aku akan mengalahkannya. Menulis dengan konsisten satu artikel perhari di blog ini.

Aku tau mungkin akan sulit tapi aku akan mencoba. Terlalu banyak keinginan tapi tidak ada yang jadi kenyataan itu menyakitkan. Alasan hal itu terjadi adalah dirimu sendiri terdengar bodoh. Mengusahakan kebaikan untuk dirimu bahkan kamu gagal? Aku ga mau begitu lagi, sudah terlalu lama aku membiarkan diriku menjadi bodoh. Sekarang aku ingin meraih keinginan itu apapun risikonya.

Rasa takut kalau keinginan menjadi penulis hanya bisa jadi mimpi akan jadi hal yang aku sesali seumur hidup. Aku mengubah keinginan ini menjadi impian yang menjadi kenyataan. Meski akhirnya tidak seperti penulis yang aku pikirkan dalam pikir-kaya suatu saat aku tidak akan menyesal. mempertanyakan seandainya.

Aku sudah kehabisan topik pembicaraan. Jadi cukup sampai sini saja. Besok saya akan kembali.

Komentar

Postingan Populer